Monday, April 13, 2015

DASAR PEMBELAJARAN

DASAR PEMBELAJARAN

 

 

  1. 1.      ASAS – ASAS BELAJAR
    1. A.    Tujuan Belajar

Tujuan adalah perangkat hasil yang hendak dicapai setelah siswa melakukan kegiatan belajar. Tujuan yang disadari oleh siswa sendiri sangat bermakna dalam upaya menggerakkan kegiatan belajar untuk mencapai hasil yang optimal. Upaya yang mungkin dapat dilakukan oleh guru untuk mengarahkan siswa kepada tujuan pembelajaran, antara lain sebagai berikut :

  1. Bagi siswa yang berada pada tingkat lanjutan, dapat diberikansuatu tes, lalu individu menerima umpan balikan, serta bantuan mengerjakan tes, dan melaksanakan diskusi kelompok kecil. Dengan carai ini diharapkan siswa lebih berpartisipasi secara aktif dalam pelajaran tersebut.
  2. Bagi siswa tingkat SD, barangkali lebih efektif jika menggunakan situasi kehidupan nyata berdasarkan pengalaman siswa sendiri atau melalui media yang kemudian didiskusikan sehingga mereka lebih terarah pada pelajaran serta merasa jelas nilai pelajaran itu bagi mereka.
  3. Mempertunjukkan nilai pelajaran itu bagi pribadi dan intelektual siswa, misalnya meningkatkan keterampilan berfikir kritis, memperbaiki cara komunikasi, sehingga mereka lihat pentingnya pelajaran itu dan melakukan kegiatan sebagaimana mestinya.

 

  1. B.     Motivasi Belajar

Motovasi seringkalih  tumpang tindih dengan asas – asas belajar lainnya, namun demikian kita perlu mengenal konsep pokok dari pada motovasi kelas ini sebagai suatu asa belajar tersendiri. Motovasi dapat bersumber dari dalam diri siswa sendiri berdasarkan kebutuhan, dorongan dan dan kesadaran pada tujuan belajar. Motovasi ini disebut motivasi intrinstik. Motivasi juga dapat tumbuh berkat rangsangan dan tekanan dari luar, misalnya dengan hadiah, hanjaran dan hukuman yang disebut motivasi ektrinsik. Kedua motivasi ini berdayaguna dalam melakukan proses belajar, kendatipun motivasi yang bersumber dari sendiri dinilai lebih baik.

Kondisi – kondisi kelas yang dapat meningkatkan motovasi belajar dalam kelas antara lainnya : suasana lingkungan kelas, keterlibatan siswa secara langsung, mendorong keberhasilan, umpan balik hasil belajar,  transfer dan retensi.

 

  1. 2.      Aktivitas Belajar

Pada dewasa ini, sistem pembelajaran sangat menekankan  pada pendayagunaan asas keatifan dalm proses belajar dan pembelajaran untuk mencapai tujuan belajar. Aktivitas banyak macannya. Para ahli mencoba mengadakan klasidikasi, antara lain Paul D. Dierich membagi kegiatan belajar menjadi 8 kelompok, yakni :

  1. Kegiatan – kegiatan visual
  2. Kegiatan – kegiatan lisan
  3. Kegiatan – kegiatan mendengarkan
  4. Kegiatan – kegiatan menulis
  5. Kegiatan – kegiatan menggambar
  6. Kegiatan – kegiatan metric : melakukan percobaan, memilih alat – alat, melaksanakan pameran
  7. Kegiatan – kegiatan mental : merenungkan, mengingat, memecahkan masalah
  8. Kegiatan – kegiatan emosional : minat, membedakan, berani.

 

Manfaat Aktivitas Dalam Pembelajaran

Penggunaan asas aktivitas dalam proses pembelajaran memiliki manfaat tertentu, antara lain :

  1. Siswa mencari pengalaman sendiri dan langsung mengalami sendiri.
  2. Berbuat sendiri akan mengembangkan seluruh aspek pribadi siswa.
  3. Memupuk kerjasama yang harmonis di kalangan para siswa yang pada gilirannya dapat memperlancar kerja kelompok.
  4. Siswa belajar dan bekerja berdasarkan minat dan kemampuan sendiri, sehingga sangat bermanfaat dalam rangka pelayanan perbedaan individual.
  5. Memupuk disiplin belajar dan suasana belajar yang demokratis dan kekeluargaan, musyawarah dan mufakat.

 

Upaya Pelakasanaan Aktivitas Dalam Pembelajaran

Asas aktivitas dapat diterapkan dalam suasana kegiatan dan proses pembelajaran. Untuk memudahkan guru dalam melaksanakan asas ini, maka dalam hal ini dipilih empat alternative pendayagunaan saja, yakni :

  1. Pelaksanaan aktivitas pembelajaran dalam kelas.

Asas ini dapat dilaksanakan dalam setiap kegiatan tatap muka dalam kelas yang terstruktur, baik dalam bentuk komunikasi langsung, kegiatan kelompok.

  1. Pelaksanaan aktivitas pembelajaran sekolah masyarakat.

Dalam pelaksanaan pembelajaran dilakukan dalambentuk membawa kelas ke dalam masyarakat, melalui metode karyawisata, survie, kerja pengalaman.

  1. Pelaksanaan aktivitas pembelajaran dengan pendekatan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA).

Pembelajaran dilaksanakan dengan titik berat pada keaktivan siswa dan guru bertindak sebagai fasilitator dan narasumber, yang memberikan kemudahan bagi siswa untuk belajar.

 

  1. 3.      Perbedaan Individual

Pada dasarnya setiap individu merupakan satu kesatuan, yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Perbedaan itu dapat dilihat dari dua segi, yakni horizontal dan vertical. Perbedaan segi horizontal adalah perbedaan individu dalam aspek menta. Sedangakan perbedaan segi vertikal adalah perbedaan individu dalam aspek jasmani. Perbedaan individu disebabkan oleh dua faktor , yakni faktor keturunan atau bawaan kelahiran dan faktor pengaruh lingkungan.

 

Jenis – Jenis Perbedaan Individual

Perbedaan individu menyangkut dengan berbagai aspek diri, yang masing – masing memiliki ciri – cirri tertentu.

  1. Kecerdasan
  2. Bakat
  3. Keadaan jasmani
  4. Penyesuaian social dan emosional
  5. Keadaan keluarga
  6. Prestasi belajar

 

Upaya Pelayanan Perbedaan Individual

Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan oleh guru untuk memberikan pelayanan perbedaan individual memalui proses pembelajaran, ialah :

  1. Anak – anak yang tergolong cerdas akan berkembang sesuai dengan kemampuannya dengan cara : (1). Akselerasi , yakni member kesempatan kepada siswa tersebut untuk naik kelas lebih cepat atau dua tingkat sekaligus; (2). Program tambahan, yakni memberikan tugas – tugas tambahan pada setiap tingkatan kelas.
  2. Pengajaran individual, yang dilaksanakan dalam bentuk pemberian tugas kepada setiap individu siswa yang juga dinilai secara individual
  3. Penyelenggaraan kelas khusus bagi siswa yang cerdas. Pembentukan kelas dilakukan pada awal tahun ( berdasarkan hasil tes inteligensi )
  4. Bagi siswa yang lamban, dapat diadakan kelas remedial yang bertujuan untuk melakukan perbaikan.
  5. Pembentukan kelompok informal oleh siswa sendiri, seperti : memberikan pelajaran pilihan, sistem tutorial, dan sebagainya.

TUJUAN BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

TUJUAN BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

 

 

Tujuan adalah sangat esensial, baik dalam rangka perencanaan, pelaksanaan maupun penilaian. Tujuan memberikan petunjuk adalah untuk memilih isi mata adaran, menata urutan topik – topik , mengalokasikan waktu, memilih alat bantu belajar, menentukan prosedur pembelajaran, serta menyediakan  ukuran untuk mengukur prestasi siswa.

 

  1. 1.      Tujuan Belajar

Tujuan belajar adalah sejumlah hasil belajar yang menunjukkan bahwa siswa telah melakukan perbuatan belajar, yang umumnya meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap – sikap yang baru yang diharapkan tercapai oleh siswa. Tujuan belajar adalah suatu diskripsi mengenai tingkah laku yang diharapkan tercapai oleh siswa yang setelah berlangsungnya proses belajar. Tujuan belajar dan tujuan pembelajaran sangatlah berbeda namun berhubungan erat satu dengan yang lainnya. Tujuan belajar terdiri dari tiga komponen, yakni : tingkah laku terminal, kondis – kondisi tes, standar (ukuran) perilaku.

Tujuan penting dalam rangka sistem pembelajaran, yakni merupakan suatu komponen sistem pembelajaran yang menjadi titik tolak dalam merancang sistem yang efektif. Secara khusus , kepentingan itu terletak pada :

  1. Untuk menilai hasil belajar. Pengajar dianggab berhasil jika siswa mencapai tujuan belajar yang telah ditentukan.
  2. Untuk membimbing siswa belajar. Tujuan – tujuan yang dirumuskan secara tepat berdayaguna sebagai acauan, arahan, pedoman bagi siswa dalam melakukan kegiatan belajar.
  3. Untuk merancang sistem pembelajaran. Tujuan – tujuan itu menjadi dasar dan criteria dalam upaya guru memilih materi pelajaran, menentukan kegiatan belajar mengajar, memilih alat dan sumber belajar, serta merancang prosedur penilaian.
  4. Untuk melakukan komunikasi dengan guru – guru yang lainnua dalam meningkatkan proses pembelajaran. Berdasarkan tujuan – tujuan itu terjadi komunikasi antara guru – guru mengenai upaya – upaya yang perlu dilakukan bersama dalam rangka mencapai tujuan – tujuan tersebut.
  5. Untuk melakukan control terhadap pelaksanaan dan keberhasilan program pembelajaran. Dengan tujuan – tujuan itu, guru dapat, mengontrol gingga mana pembelajaran telah terlaksana, dan hingga mana siswa telah mencapai hal – hal yang diharapkan.

 

 

  1. 2.      Tujuan Pembelajaran

Yang menjadi kunci dalam rangka menetukan tujuan pembelajaran adalah kebutuhan siswa , mata ajaran, dan guru itu sendiri. Berdasarkan kebutuhan siswa dapat ditetapkan apa yang hendak dicapai, dan dikembangkan dan diapresiasi. Berdasarkan mata ajaran yang ada dalam bentuk kurikulum dapat ditentukan hasil – hasil pendidikan yang diinginkan. Guru sendiri adalah sumber utama tujuan bagi para siswa , dan dia harus mampu menulis dan memilih tujuan – tujuan pendidikan yang bermakna dan dapat terukur. Suatu tujuan pembelajarn seyogianya memenuhi criteria sebagai berikut :

  1. Tujuan itu menyediakan situasi atau kondisi untuk belajar, misalnya : dalam kondisi bermain peran
  2. Tujuan mendefinisikan tingkah laku siswa dalam bentuk dapat diukur dan dapat diamati.
  3. Tujuan menyatakan tingkat minimal perilaku yang dikehendaki.

 

Mager, merumuskan konsep tujuan pembelajaran yang menitikberatkan pada tingkah laku siswa atau perbuatan sebagai output pada diri siswa, yang dapat diamati. Output tersebut menjadi petunjuk , bahwa siswa telah melakukan kegiatan belajar. Proses pembelajarn memberikan dampak tertentu pada tingkah laku siswa.

Tujuan merupakan dasar untuk mengukur hasil pembelajarn , dan juga menjadi landasan untuk menentukan isi pelajaran dan metode mengajar. Berdasarkan isi dan metode itu, selanjutnya ditentukan kondisi – kondisi kegiatan pembelajaran yang terkait dengan tujuan tingkah laku tersebut, yang disebut sebagi kondisi internal.

 

  1. 3.      Klasifikasi Tujuan Pendidikan

Tujuan pendidikan dapar diklasifisikan berdasarkan pendekatan tertentu. Klasifikasi tujuan pendidikan dilakukan berdasarkan pendekatan – pendekatan (1). Langsung/jangka panjang, (2). Jenis perilaku, dan (3). Sumber .

Pendekatan langsung. Dengan pendekatan ini diklasifikasikan tujuan menjadi beberapa tujuan pendidikan, yakni :

  1. Tujuan jangka panjang
  2. Tujuan antara
  3. Tujuan pembelajaran
  4. Tujuan unit
  5. Tujuan pelajaran
  6. Tujuan latihan

 

Pendekatan jenis perilaku. Klasifikasi ini dibuat berdasarkan taksonomi tujuan pendidikan, yakni terdiri dari :

  1. Tujuan – tujuan kognitif
  2. Tujuan – tujuan afektif
  3. Tujuan – tujuan psikomotorik

 

Pendekatan sumber. Pendekatan ini bertitik tolak dari kebutuhan masyarakat, kebutuhan organisasi, atau kebutuhan individual. Klasifikas tujuan pendidikan meliputi :

  1. Tujuan – tujuan keterampilan kehidupan
  2. Tujuan – tujuan metodologis
  3. Tujuan – tujuan isi

 

 

  1. 4.      Taksonomi Tujuan Pendidikan

Taksonomi tujuan pendidikan merupakan suatu kategorisasi tujuan pendidikan, yang umumnya digunakan sebagai dasar untuk merumuskan tujuan kurikulum dan tujuan pembelajaran. Taksonomi tujuan terdiri dari domain – domain kognitif (intelektual), afektif (siap, perasan, emosi dan karakteristik) dan psikomotor ( gerakan – gerakan jasmaniah dan control jasmaniah).

HAKIKAT PEMBELAJARAN

HAKIKAT PEMBELAJARAN

 

  1. 1.      Pengertian Pembelajaran

Pendidikan, latihan, pembelajaran, teknologi pendidikan istilah – istilah tersebut masing – masing memiliki pengertian sendiri – sendiri, berbeda akan tetapi salinng  berhubungan erat. Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang terseusun meliputi unsur – unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi dalam mencapai tujuan pembelajaran. Manusia terlibat dalam sistem pengajaran terdiri dari siswa, guru dan tenaga lainya, misalnya tenaga laboratorium.  Pembeljaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar  dapat terj adi proses  peme rolehan i lmu dan  pengeta huan ,  penguasaan ke mahi ran dan tabiat , serta  pembentukan sikap dan kepe rcayaan pada  peserta  didik. Dengan katalain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. Proses pembelajaran dialami sepanjang hayat seorang manusia serta dapat  berlaku dimanapun  dan kapanpun. Pembelajaran mempunyai  peng rtian yang mirip dengan pengajaran, walaupun mempunyai konotasi yang berbeda.

 

  1. 2.      Teori – Teori Pembelajaran.
    1. Mengajar Adalah Upaya Menyampaikan Pengetahuan Kepada Peserta Didik/Siswa Di Sekolah.

Rumusan ini sesuai dengan pendapat dalam teori pendidikan yang mementingkan mata ajar yang harus dipelajari oleh peserta didik. Dalam rumusan tersebut terkandung konsep – konsep, sebagai berikut :

  1. Pembelajaran merupakan persiapan di masa depan.
  2. Pebelajaran merupakan suatu proses penyampaian pengetahuan.
  3. Tinjauan uatama pembelajaran ialah penguasaan pengetahuan
  4. Guru dipandang sebagai orag yang sangat berkuasa
  5. Siswa selalu bersikap dan bertindak pasif
  6. Kegiatan pembelajaran hanya berlangsung dalam kelas

 

  1. Mengajar Adalah Mewariskan Kebudayaan Kepada Generasi Muda Malalui Lembaga Pendidikan Sekolah.

Rumusan ini bersifat lebih umum bila dibandingkan dengan rumusan pertama, namun antara keduanya memiliki pola piker yang seirama. Implikasi dari rumusan ini adalah sebagai berikut :

  1. Pembelajaran bertujuan membentuk manusia berbudaya
  2. Pembelajaran berarti suatu proses pewarisan
  3. Bahan pembelajran bersumber dari kebudayaan
  4. Siswa sebagai generasi muda ahli waris kebudayaan

 

 

  1. Pembelajaran Adalah Uapaya Mengorganisasi Lingkungan Untuk Menciptakan Kondisi Belajar Bagi Peserta Didik.

Rumusan ini dianggab lebih maju dibandingkan dengan rumusan sebelumnya, sebab lebih menitikberatkan pada unsur peserta didik, lingkungan, dan prose belajar. Perumusan ini sejalan dengan pendapat dari Mc. Donald (1959).

Implikasi dari rumusan ini adalah sebagai berikut :

1)      Pendidikan bertujuan mengembangkan atau mengubah tingkah laku peserta didik.

2)      Kegiatan pembelajaran berupa pengorganisasian lingkungan.

3)      Peserta didik sebagai suatu organism yang hidup.

 

  1. Pembelajaran Adalah Upaya Mempersiapkan Peserta Didik Untuk Menjadi Warg Masyarakat Yang Baik.

Rumusan ini didukung oleh para pakar yang menganut pandangan bahwa pendidikan itu berorientasi kepada kebutuhan dan tuntutan masyarakat. Implikasi dari rumusan ini adalah sebagai berikut :

  1. Tujuan pembelajaran
  2. Pembelajaran berlangsung dalam suasana kerja
  3. Peserta didik sebagai calon warga Negara yang memiliki potensi untuk kerja
  4. Guru sebagai pimpinan dan pembimbing bengkel kerja

 

  1. Pembelajaran adalah suatu proses membantu siswa menghadapi kehidupan masyarakat sehari – hari.

Pandangan ini didukung oleh para pakar yang berorientasi pada kehidupan masyarakat. Sekolah dan masayarakat adalah suatu integrasi. Pendidikan adalah di sini dan sekarang ini ( G. E. Olson, 1945 ). Implikasi dari pengertian ini adalah sebagai berikut :

  1. Tujuan pembelajaran adalah mempersiapkan siswa untuk hidup dalam masyarakatnya
  2. Kegiatan pembelajaran berlangsung dalam hubungan sekolah dan masyarakat
  3. Siswa belajar secara aktif
  4. Guru juga bertugas sebagai komunikator

 

  1. 3.      Ciri – Ciri Pembelajaran.

Ada tiga cirri khas yang terkandung dalam system pembelajran, yakni :

1)      Rencana adalah penataan ketenangan, material, dan prosedur, yang merupakan usur – unsur system pembelajaran, dalam suatu rencana khusus.

 

2)      Kesalaing tergantungan ( interpedependence ), antara unsur – unsur sistem pembelajaran yang serasi dalam suatu keseluruhan. Tiap usnur bersifat esensial, dan masing – masing memberikan sumbangannya kepada sistem pembelajaran.

 

3)      Tujuan, sistem pembelajaran mempunyai tujuan tertentu yang hendak dicapai. Cirri ini menjadi dasar perbedaan antara sistem yang dibuat oleh manusia dan sistem yang alami ( natural ). Tujuan utama sistem pembelajaran adalah agar siswa belajar.

 

  1. 4.      Unsur – Unsur Dalam Proses Belajar.

Unsur – unsur minimal yang harus ada dalam sistem pembelajaran adalah seorang siswa/peserta didik, suatu tujuan dan suatu prosedur kerja untuk mencapai tujuan. Dalam hal ini, guru tidak termasuk sebagai sistem pembelajaran, fungsinya dapat digantikan atau dialihkan kepada media sebagai pengganti, seperti : buku, slide dan sebagainya. Namun kepala sekolah dalam menjadi salah satu bagian dari unsur sistem pembelajaran, karena berkaitan dengan prosedur perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran.

Unsur dinamis pembelajaran pada diri guru terdiri dari motivasi membelajarkan siswa dan kondisi guru siap membelajarkan siswa. Sedangkan usur pembelajaran konkruen dengan unsur belajar meliputi : motivasi belajar, sumber bahan belajar, alat bantu belajar, suasana belajar, subjek yang belajar.

HAKIKAT BELAJAR


HAKIKAT BELAJAR



1. Pengertian Belajar

Hampir semua ahli telah mencoba merumuskan dan membuat tafsirannya tentang “ belajar”. Seringkali pula perumusan dan tafsiran itu berbeda. Belajar adalah merupakansuatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas daripada itu, yakni mengalami. Sedangkan hasil belajar bukanlah suatu penguasaan hasil latihan, akan tetapi perubahan kelakuan. Adapun sejumlah unsure yang menjadi cirri setiap perubahan tingkah laku, yakni :

Tingkah laku dimotivasi
Tingkah laku yang bermotivasi adalah tingkah laku yang sedang terarah pada tujuan.
Tujuan yang disadari oleh seseorang mempengaruhi tingkah lakunya dalam upayanya mencapai tujuan tersebut.
Lingkungan menyediakan kesempatan untuk bertingkah laku tertentu, dan/atau membatasi tingkah laku seseorang.
Tingkah laku dipengaruhi oleh proses – proses dalam organisme.
Tingakah laku ditentukan oleh kapasitas dalam diri organism.





2. Pengertian Belajar Menurut Para Ahli.
Belajar Menurut Psikologi Klasik

Menurut teori ini, manusia terdiri dari jiwa (mind) dan badan (body) atau zat (matter). Jiwa dan zat ini berbeda satu sama lainya. Badan adalah objek yang sampai ke alat indra, sedangkan jiwa adalah suatu realita yang non material., yang ada di dalam badan, yang berfikir,merasa, berkeinginan, mengontrol kegiatan bada, serta bertanggunga jawab. Dapat disimpulkan bahwa menurut teori ini, hakikat belajar adalah all learning is a process of developing or traning of mind. Kita belajar melihat objek dengan menggunakan substansi dan sensasi.



Belajar Menurut Teori Metal State.

Menurut teori ini, belajar adalah memperoleh pengetahuan melalui alat indra yang disampaikan dalam bentuk perangsang – perangsang dari luar. Pengalaman – pengalaman berasosiasi dab vereproduksi. Karena itu latihan memegang peranan sangat penting. Lebih banyak latihan dan ulangan maka akan lebih dan lebih lama pengalaman dan pengetahuan itu tinggal dalam kesadaran dan ingatan seseorang.



Belajar Menurut Gagne.

Menurut Gagne, belajar merupakan kegiatan yang kompleks. Hasil belajar berupa kapasitas. Setelah belajar orang memiliki keterampilan, pengetahuan, sikap, dan nilai. Dengan demikian dapat disimpulkan bahawa belajar adalah seperangkat proseskognitif yang mengubah sifat stimulasi lingkungan, melewati pengelolaan indormasi, mnejadi kapabilitas baru.



3. Ciri – Ciri Belajar.

Berdasarkan pengertian belajar yang dikemukakan di atas, maka pada hakikatnya “ belajar menunjuk ke perubahan dalam tingkah laku si subjek dalam situasi tertentu berkat pengalamannya yang berulang – ulang, dan perubahan tingkah laku tersebut tak dapat dijelaskan atas dasar kecenderungan – kecenderungan respons bawaan, kematangan, atau keadaan temporer dari subjek ( misal keletihan, dan sebagainya). “ ( Hilgard dan Gordon, 1975, h. 17 )

Dengan pengertian tersebut, maka belajar sesungguhnya memiliki cirri – cirri ( karakteristik ) tertentu :



1) Belajar Berbeda Dengan Kematangan.

Pertumbuhan adalah saingan utama sebagai pengubah tingkah laku. Bila serangkaian tingkah laku matang melalui secara wajar tanpa adanya pengaruh dari latihan, maka dikatakan bahwa perkembangan itu adalah berkat kematangan ( maturation ) dan bukan karena belajar.



2) Belajar Dibedakan Dari Perubahan Fisik Dan Mental.

Perubahan tingkah laku juga dapat terjadi, disebabkan oleh terjadina perubahan pada fisik dan mental karena melakukan suatu perbuatan berulangkali yang mengakibatkan badan menjadi letih/lelah. Sakit atau kekurangan gizi juga dapat menyebabkan tingkah laku berubah, atau karena mengalami kecelakaan tetapi hal ini tak dapat dinyatakan sebagai hasil belajar.



3) Hasil Belajar Yang Hasilnya Relatif Menetap.

Hasil belajar dalam bentuk perubahan tingkah laku. Belajar belangsung dalam bentuk latihan dan pengalaman. Tingkah laku yang dihasilkan bersifat menetap dan sesuai dengan tujuan yang telah dirintukan. Tingkah laku itu berupa perilaku yang nyata dan dapat diamati.



4. Unsur – Unsur Dalam Proses Belajar.

Perbuatan belajar adalah suatu proses yang kompleks. Proses ini suit diamati, namun perbuatan atau tindakan belajar dapat diamati berdasarkan perubahan tingkah laku yang dihasilkan oleh tindakan belajar tersebut. Karena iti, untuk memahi suatu perbuatan belajar belajr diperlukan kajian terhadap perbuatan itu secara unsuriah. Dengan kata lain, setiap perbuatan belajar mengandung beberapa usur, yang sifatnya dinamis. Dikatakan dinamis karena unsur – unsur tersebut dapat berubah – ubah dalam arti dapat menjadi lebih kuat atau menjadi lemah. Unsur – unsur yang terkait dalam prose belajar terdiri dari :

Motovasi belajar
Bahan belajar
Alat bantu belajar
Suasana belajar
Kondisi subjek yang belajar



 

  1. ALAT PERAGA KARTU BILANGAN BULAT

Alat peraga ini digunakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menjumlahkan bilangan bulat positif dan negatif dengan menggunakan kartu bilangan bulat. Peraga pengenalan kartu bilangan ini terdiri dari bermacam-macam kartu bilangan bulat positif dan negatif . 

  1. Fungsi Alat

Alat ini digunakan untuk menghitung penjumlahan bilangan bulat.

  1. Alat dan Bahan
    1. Alat

1)   Gunting

2)   Pisau

3)   Penggaris

4)   Spidol/pulpen

5)   Gambar 1.1

  1. Bahan

1)   Kertas manila warna merah 2 buah

2)   Kertas manila warna kuning 2 buah

3)   Kaleng transparan 1 buah

4)   Gambar 1.2

  1. Prinsip Kerja Alat

Kartu bilangan bulat ini adalah alat Bantu untuk menjumlahkan bilangan bulat positip dan negatip. contoh penjumlahan bilangan( -6+8=… )dengan menggunakan alat yang sederhana ini siswa tidak terlalu banyak berfikir akan cepat mendapatkan jawaban. Seperti soal di atas kartu yang mempunnyai tanda negatip di masukakn kekaleng sejumlah 6 buah. Dan 8 kartu bilangan pisitip dimaasukan ke kaleng juga. Setelah masuk kemudian kita ambil berpasangan anara poisitip dan negatip dalam satu kali ambil satu pasang, satu pasang sampai habis dan sisanya tidak mempunyai pasangan lagi, apa itu kartu positip maupun kartu negatip itulah nanti merupakan hasilnya.  Kemudian kita hitung yang tidak mempunnyai pasangan satu persatu itulah hasilnya.

 

 

  1. Cara Membuat
    1. Langkah pertama

Ambil kertas manila kita buat bentuk persegi ukuran 5 cm dan kita garis sehingga berbentuk persegi.

  1. Langkah kedua

Kertas manila tadi kita beri tanda positif maupun negatif dengan spidol/pulpen

  1. Langkah ketiga

Ambil gunting untuk memotong kartu positip dan negatip tadi lihat gambar.

  1. Cara Menggunakan Alat

Dalam proses belajar mengajar dengan media yang sederhana ini hendaknya didemontrasikan dilakukan oleh siswa dan guru pembimbing dan menjelaskan konsep yang perlu dipahami oleh siswa dengan bantuan alat ini, ada 2 peranan penting yaitu :

  1. Agar siswa terampil menggunakan suatu alat atau media yang ada dilingkungan agar bisa memanfaatkan kekayaan alam yang ada disekitarnya untuk bisa membantu memecahkan masalah sehari-hari.
  2. Untuk mengetahui tehnik penjumlahan bilangan bulat dengan media dengan konsep ini siswa bisa menemukan rumus sendiri.
  3. Untuk Pengujian alat

Siswa bersama guru mendemontrasikan media yang sudah ada. Contoh dengan soal (-8 + 10 = …) siswa mengambil media kartu bilangan tersebut, semua kartu bilang itu dikeluarkan dan setelah keluar baru kita masukkan sesuai dengan soal diatas yaitu :

  1.  Ambil kartu bilangan negatif 8 buah  lalu dimasukakn kedalam kaleng dan masukan lagi kartu bilangan positif 10 buah.
  2. Setelah itu ambil 1 pasang kartu bilang positif  dan negatif, sampai habis tidak ada pasangannya.
  3. Setelah itu yang tidak ada pasangannya atau sisanya didalam kaleng itu diambil satu-persatu dan dihitung dan ternyata sisanya hanya dua dan tandanya positif. Jadi itulah jawaban dari soal   -8 + 10 = 2